JAKARTA - PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) menganggarkan biaya belanja barang modal (capex) total sebesar Rp559 miliar pada 2011 mendatang.
Dana itu digunakan untuk perluasan kebun Rp259 miliar, biaya perawatan rutin Rp200 miliar, dan untuk pembangunan dermaga dan tangki timbun di Pelabuhan Panjang, Lampung sebesar Rp100 miliar.
Sementara, dana untuk keperluan capex tersebut dianggarkan perseroan dari kas internal sebanyak 35 persen dan sisanya 65 persen dari pinjaman perbankan.
"Kalau untuk keperluan perawatan rutin kami ambil dari kas internal, yang lainnya dari pinjaman bank," tutur Deputy President Director TBLA Sudarmo Tasmin, saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/12/2010).
Selain itu, perseroan juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas produksi 45 ton per jam di Palembang, Sumatera Selatan.
Pabrik ini diharapkan selesai dibangun pada kuartal III-2011, sehingga secara total perseroan akan memiliki empat PKS dengan total kapasitas produksi 225 ton per jam pada akhir 2011.
Mengenai pendapatan konsolidasi hingga akhir tahun ini, ia optimistis, perseroan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun dan laba bersih sebesar Rp160 miliar. "Kalau nilai tukar rupiah tetap stabil seperti sekarang, kami yakin laba bersih akan mencapai Rp160 miliar tahun ini," katanya.
Sedangkan untuk tahun 2011, ia memproyeksikan, pendapatan TBLA akan mencapai Rp3 triliun dengan laba bersih sebesar Rp200 miliar. "Kami harap itu bisa tercapai di tengah momentum perbaikan harga jual komoditas CPO," pungkasnya.