JAKARTA - Indonesia disarankan untuk bergabung dengan ASEAN linkage dan mulai bersiap-siap untuk mengikuti ASEAN linkage yang akan terealisasi pada 2015 nanti.
Sebelumnya, Indonesia memang berencana akan bergabung dalam ASEAN linkage pada 2013, namun hal tersebut kemabli ditunda dengan alasan Indonesia belum siap.
Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Indonesia lebih baik bergabung dengan ASEAN linkage, karena bergabungnya Indonesia dengan ASEAN linkage pada dasarnya tidak merugikan.
"Basically tidak merugikan, tapi kalau kita tidak ikut akan rugi," ungkapnya saat ditemui seusai acara HIPMI Economic Outlook 2010, di Gedung Palma One, Jakarta, Kamis (23/12/2010).
Jika nanti ASEAN linkage sudah mulai terjadi, negara tetangga bisa berdagang dengan bebas, di mana masing-masing negara tetangga yang bergabung dengan ASEAN linkage dapat menjual produknya dengan harga lebih bersaing karena harga di pasar global lebih kompetitif. "Jadi kita mesti kreatif, kita pasti bisa survive di pasar terbuka," tandasnya.
Sekadar informasi, ada lima negara ASEAN yang sudah menandatangani keikutsertaan dalam ASEAN linkage, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam.