JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan peningkatkan ekspor kopi sebesar lima persen pada tahun ini. Harga internasional diprediksi relatif baik pada tahun ini.
Selain itu, produksi kopi tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 570 ribu ton dari 540 ribu ton pada 2010. "Selain itu, penetrasi pasar ke China serta pasar baru semakin ditingkatkan,” tandas Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
Lebih lanjut, Mari menuturkan, pihaknya juga menargetkan peningkatan ekspor alas kaki sebesar 20 persen pada tahun depan. Pasalnya, perkembangan pasar non-tradisional terutama di Asia Tengah dan Eropa Timur yakni Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan sudah mulai pulih.
Selain itu, peningkatan ekspor juga didorong oleh dimulainya produksi oleh beberapa pabrik yang melakukan relokasi ke Indonesia serta rendahnya biaya untuk pegawai dibandingkan negara pesaing.
Mari menjelaskan, ekspor automotif juga ditargetkan naik 10 persen pada tahun ini. Pihaknya akan meningkatkan promosi dan perluasan pasar ekspor automotif ke negara-negara mitra FTA dan negara lainnya. "Sementara itu, peningkatan investasi di sektor ini juga makin didorong,” ucap Mari.
Adapun untuk ekspor sektor CPO, lanjut Mari, juga ditargetkan naik sebesar 16 persen pada tahun ini. Pasalnya, kata dia, selain pasar utama tujuan ekspor yakni China, Uni Eropa, dan India, beberapa pasar lainnya di Timur Tengah dan Eropa Timur juga dinilai berpotensi besar.