Capex Ciputra Development Naik 30%

Hermansyah, Jurnalis
Jum'at 07 Januari 2011 08:24 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2011 naik 30 persen dari alokasi tahun 2010, Rp1,5 triliun. Sebagian besar dana capex itu untuk penyelesaian megaproyek Ciputra World Jakarta dan Ciputra World Surabaya.

"Pemenuhan dana tersebut akan seluruhnya menggunakan dana internal perusahaan. Sisa dari capex itu akan dimanfaatkan untuk proyek perumahan di luar Pulau Jawa,” ujar Direktur CTRA Tulus Santoso di Jakarta.

Tulus mengatakan, megaproyek Ciputra World Jakarta akan mulai beroperasi pada 2012. Proyek ini digarap oleh anak usaha Ciputra yang lain,PT Ciputra Property Tbk. Proyek berlokasi di Jalan Satrio Kav 3-5,Jakarta,dengan luas bangunan 273.000 m2 di atas tanah seluas 5,5 ha dengan total biaya investasi sekitar Rp7 triliun. Adapun total investasi untuk Proyek Ciputra World Surabaya sekitar Rp897 miliar.Proyek ini akan mulai beroperasi pada pertengahan 2011.

Kawasan superblok itu terdiri atas pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran,dan hotel berbintang lima.Total luas bangunan mencapai lebih dari 300.000 m2. Selain fokus di Jakarta dan Surabaya, lanjut Tulus,dalam lima tahun terakhir CTRA juga menggarap enam proyek besar di luar Jawa. Citra Grand City Palembang,Citra Garden Lampung, Citra Land City Samarinda,Citra Garden Samarinda, Citra Bukit Indah Balikpapan, dan Citra Land Celebes Makassar.

“Perumahan yang dikembangkan di luar Jawa rata-rata memiliki luas sekitar 20–50 hektare,”katanya.

Dia memperkirakan tahun ini perekonomian nasional akan semakin baik. Ditandai dengan nilai tukar mata uang yang cenderung stabil. Karena itu Tulus memperkirakan 2011 ini tingkat penjualan CTRA meningkat hingga 50 persen. Peningkatan itu terutama dari proyek- proyek baru yang saat ini sedang dalam pengerjaan perseroan.

Hingga September 2010 CTRA berhasil memperoleh pendapatan Rp1,05 triliun,laba kotor Rp460 miliar, dan laba bersih Rp124 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan 2009 yang tingkat pendapatannya hanya Rp935 miliar, laba kotor Rp401 miliar,dan laba bersih Rp77 miliar.

Analis pasar modal dari CIMB Securities Indonesia, Mastono Ali, menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor properti sangat dipengaruhi tingkat suku bunga. Alasannya, lebih dari 50 persen konsumen pembeli properti membeli melalui kredit, baik rumah menengah maupun atas.

Hal yang harus dicatat, pada 2011 ini sejumlah kalangan mengkhawatirkan tingkat inflasi lantaran naiknya harga komoditas. Dengan latar belakang itu Mastono memperkirakan tahun ini pertumbuhan sektor properti hanya naik tipis dibandingkan 2010.

Kendati begitu Mastono tetap yakin pertumbuhan sektor properti akan tetap baik karena rumah merupakan kebutuhan utama masyarakat. ”Apalagi kalau kebijakan perpanjangan kepemilikan asing bisa direalisasikan,”tuturnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya