SEOUL - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, bagi Korea Selatan (Korsel), Indonesia adalah negara dengan banyak sumber daya alam yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Korsel.
Namun karena Indonesia tidak lagi menjual bahan mentah, Korsel menjadi sangat tertarik menanamkan modalnya, khususnya di koridor ekonomi untuk berperan dalam industri hulu.
“Ini saat yang tepat bagi pengusaha Korsel untuk masuk ke Indonesia karena suasana investasi dan ekonomi bergerak ke arah yang sangat baik di Tanah Air,” kata Mari di Seoul, kemarin.
Dia mengatakan, hubungan Indonesia-Korsel bukan lagi sinergi bisnis dua negara, namun sudah mengarah pada hubungan antara pribadi ke pribadi dan masyarakat dengan masyarakat.
Mari menjelaskan, hubungan itu terlihat dari banyaknya produk khas Indonesia yang ada di Korsel dan sebaliknya. Dia mencontohkan, banyak sekali produk asal Korsel yang beredar di Indonesia.
Di sisi lain, banyak sekali restoran Indonesia yang ada di Korsel. “Lihat saja, banyak sekali pasangan muda Korsel yang bulan madu ke Bali,” kata Mari.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan memastikan, investasi Korsel di Indonesia akan bertambah besar dari tahun ke tahun. Bahkan Pemerintah Indonesia menargetkan investasi dari Negeri Ginseng tersebut bisa mencapai USD15 miliar dalam 3-4 tahun mendatang.(*)
LAPORAN WARTAWAN SINDO
BERNADETTE LILIA NOVA
dari Seoul, Korsel