JAKARTA - Paska peralihan Bank Eksekutif menjadi Bank Pundi merealisasikan kredit mikro baru sekira Rp200 miliar dengan sekira 1.900 jumlah account/NOA (sejak Oktober 2010 hingga Februari 2011).
"Sejak Oktober 2010 yang lalu hingga Februari 2011, Bank Pundi berhasil menyalurkan pembiayaan ke kredit mikro baru sekira Rp200 miliar. Kredit yang disalurkan mayoritas ke sektor UMKM dan merupakan debitur perorangan," ujar Direktur Utama Bank Pundi Gandhi G Putra Ismail, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Secara unaudited, per akhir Desember 2010, proses recovery atas kredit macet yang terjadi di masa lalu berhasil mengembalikan dana sebesar Rp60 miliar, yang antara lain dilakukan melalui collection, eksekusi agunan dan menurunkan jumlah AYDA. Sehingga mendorong turunnya tingkat non performing loan (NPL) hingga sekira 1,6 persen nett (unaudited) pada akhir Desember 2010 dari sebelumnya 4,6 persen ketika akuisisi dilakukan.
"Untuk mencapai NPL nett tersebut, perseroan telah membukukan pencadangan sekira Rp230 miliar, yang tentunya menggerus keuntungan perseroan. Namun, skenario ini sudah sesuai dengan rencana bisnis bank ketika akuisisi dilakukan dan diyakini akan menyehatkan kondisi bank," jelasnya.
Dia menambahkan, model bisnis yang baru, relatif baru dijalankan sejak akhir Oktober 2010 yang lalu. Strategi yang ditempuh adalah menghentikan seluruh kredit lama yang sebagian besar merupakan kredit komersial dan mengalihkan ke pembiayaan mikro.
Adapun catatan per akhir Desember 2010 (secara unaudited) mulai menunjukan pencairan kredit mikro dan hasil restrukturisasi kredit. Ditambahkan Gandhi, tiga bulan sejak akuisisi Bank Eksekutif oleh Recapital Group merupakan tahap konsolidasi internal.