JAKARTA - Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengeluhkan sejumlah permasalahan yang ditemukan dalam rencana pembangunan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET), yang dikaitkan dengan pengembangan industri.
"Yang pertama adalah kurangnya infrastruktur termasuk kawasan industri dan pendukungnya. Yang kedua, tidak dikembangkannya sumber daya yang dimiliki daerah untuk menjadi motor penggerak," ungkapnya saat pertemuan dengan Komisi VI DPR RI, Menteri Keuangan, Menteri perdagangan, dan 13 gubernur yang terkait dengan KAPET dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), di Gedung DPR RI,Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).
Sementara itu, masalah yang ketiga adalah kelembagaan di KAPET belum berorintesi bisnis. Untuk masalah selanjutnya, kebijakan insentif fiskal dan nonfiskal yang disediakan oleh pemerintah masih kurang menarik investor.
"Masalah lain adalah iklim investasi yang tidak kondusif karena terbentur dengan sistem pelayan dan banyaknya peraturan daerah yang menghambat," tandasnya.
Dijelaskannya lebih lanjut, masalah yang harus menjadi perhatian adalah terkait dengan anggaran. Di mana masih rendahnya pengalokasian anggaran yang diarahkan untuk pengembangan KAPET khususnya dalam pembiayaan infrastruktur.
Masalah terakhir, masih belum berkembangnya keterpaduan program antarsektor, antarwilayah, kabupaten/kota, antarprovinsi, serta antarpelaku usaha.(adn)
(Rani Hardjanti)