JAKARTA - Perusahaan-perusahaan asal Spanyol piawai dalam hal pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, Indonesia berharap Spanyol bisa berpatisipasi untuk berinvestasi di Tanah Air.
"Yang saya suka dari Spanyol, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang piawai dalam pembangunan infrastruktur dan ini sudah terbukti," kata Kepala Badan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan, di Jakarta, Jumat (4/3/2011).
Gita menjelaskan, mahirnya Spanyol dalam pembangunan infrastruktur mulai dari pembangunan rel kereta api, pelabuhan, dan jalan. Bahkan, sudah sangat diakui Eropa maupun Amerika Serikat.
"Jadi kami sangat berharap mereka dapat berpartisipasi dalam public partnership yang akan kita gulirkan beberapa waktu ke depan ini. Mereka kita undang di konferensi infrastruktur yang akan dilaksanakan pada 12 April mendatang," ujar Gita.
Namun demikian, Gita mengungkapkan sampai saat ini belum ada komitmen dengan Spanyol berapa besaran modal yang akan diinvestasikan di Indonesia. "Belum ada komitmen untuk angkanya, tapi mereka kapasitasnya besar sekali, kalau ngomong bisa miliaran dolar," paparnya.
Seperti diketahui, beberapa saat lalu, pemerintah Spanyol mulai melirik Indonesia sebagai tempat untuk berinvestasi dan pihak Spanyol pun sudah serius dengan membawa 20 pengusaha ke Indonesia.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan pihaknya sudah bertemu dengan pihak Spanyol untuk membicarakan masalah investasi tersebut.
"Spanyol kemarin membawa 20 pengusahanya dan Spanyol itu sangat serius, karena selama ini mereka tidak begitu banyak investasinya," ungkap Hatta, beberapa waktu lalu.
Hatta melanjutkan, sebelumnya memang Indonesia tidak dilirik Spanyol. Namun neraca perdagangan dengan Spanyol yang menunjukkan nilai positif membuat Spanyol tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia .
"Sekarang mereka melihat Indonesia bertumbuh dan menjadi prospek untuk itu mereka membawa 20 pengusahanya untuk menanamkan modalnya di Indonesia bekerja sama meningkatkan volume perdagangan kita, dan kita surplus dengan mereka," paparnya.
Selain itu, jelas Hatta akan diadakan kerja sama di bidang Teknologi untuk energi terbarukan. "Yang kedua mengajak kerja sama di bidang renewable energi juga di bidang-bidang lain yang terkait dengan teknologi," tambahnya.
Namun demikian Hatta mengungkapkan masih belum ada nilai investasi dengan Spanyol, akan tetapi dengan membawa ke 20 pengusahanya Hatta menilai sudah ada keseriusan pada pihak Spanyol. "Belum sampai ke situ tapi dengan membawa 20 pengusahanya mereka sangat serius," tandasnya.