JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) siap mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) selama periode 2011-2014. Adapun investasi yang dianggarkan BUMN untuk MP3EI tersebut mencapai Rp836 triliun.
Sekretaris Perusahaan WIKA, Natal Pardede Argawan mengatakan, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut mendukung masterplan perekonomian periode lima tahun ke depan.
“Kami mendukungnya dan sudah menyiapkan dana,” kata dia ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (5/4/2011).
Dia menjelaskan, bentuk dukungan tersebut sesuai dengan kompentesi perusahaan, yakni bidang kontruksi, pembangkit listrik maupun properti. Namun, ketika disingung mengenai komitmen nilai dari perseroan untuk program masterplan perekonimian tersebut, dia enggan menyebut angka, namun telah menyiapkannya.
Tahun ini, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp522 miliar. Selain itu, pereroan juga telah menyampaikan capex untuk waktu lima tahun ke depan kepada pemegang saham guna mendukung pelaksanaan masterplan perekonomian, namun dia enggan menyebut nilainya.
Untuk capex tahun ini akan digunakan perseroan untuk membiayai ekspansi bisnis serta pengembangan anak usaha. Rinciannya, untuk pengembangan Usaha senilai Rp308 miliar, penyertaan senilai Rp202 Miliar dan Investasi Aset Tetap senilai Rp12 Miliar. Nilai capex tersebut diperkirakan akan meningkat, jika sejumlah proyek pembangkit listrik yang dibidik perseroan teralisasi tahun ini.
Sekretaris Perusahaan PGAS Wachid Sutopo mengatakan hal serupa. Menurut dia, perusahaan energi pelat merah tersebut mendukung berjalannya masterplan perekonomian tersebut. “Untuk MP3EI, PGN berkontribusi melalui pembangunan infrastruktur gas bumi,” ujar dia.
Selain itu, pipa distribusi dan terminal LNG di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Namun, disingung mengenai nilainya, Wachid enggan mengatakannya. Sekadar diketahui, PGAS tahun ini menyiapkan dana sebesar USD250 juta untuk mengakuisisi dua blok gas guna meningkatkan produksi gas perseroan ke depan. Di samping itu, perseroan juga menyiapkan dana sekira USD350 juta guna membangun dua proyek LNG di Teluk Jakarta, Jawa Barat dan Medan, Sumatera Utara.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar sebelumnya memastikan dari 142 BUMN, sebanyak 26 BUMN siap mendukung pelaksanaan MP3EI selama lima tahun ke depan. Ke-26 BUMN tersebut adalah, PT Pertamina, BRI, PT Telkom, PT PLN, Bank Mandiri, PT Pusri, BNI, Bulog, PT PGN, PT Garuda Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Semen Gresik, Jamsostek, Taspen, PT Aneka Tambang (Antam), dan PT Timah.
Kemudian PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA), PT Askes, BTN, PT PPA, PT WIKA, PT Adikarya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, PTPN IV, Perum Pegadaian, dan PT Kereta Api Indonesia. Menurut Mustafa, dengan investasi sebesar Rp835,6 triliun selama kurun waktu lima tahun hingga 2014, bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 6,6 juta orang.