Infrastruktur, Kendala Peralihan Energi Minyak

Muhammad Rifai, Jurnalis
Selasa 10 Mei 2011 15:53 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Sudah saatnya pemerintah mengalihkan energi minyak ke energi alternatif, seperti gas dan batu bara. Pasalnya, energi minyak semakin hari semakin menipis cadangannya  dan harganya semakin meninggi.

"Kami sangat mendukung perpindahan dari energi minyak ke gas. Tetapi ini menjadi titik lemah pemerintah dalam kontek persiapan infrastrukturnya," ujar Anggota DPR Komisi VII, Satya W Yudha saat ditanyai wartawan usai seminar nasional di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Satya menjelaskan, penggunaan energi minyak sangatlah mahal karena minyak sendiri merupakan energi paling mahal dibandingkan energi lainnya. "Saat ini PLN menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkitnya hanya 12 persen, tapi dana yang dikeluarkannya 60 persen lari ke BBM," ujar politisi dari Golkar itu.

Selain itu, Satya juga meminta kepada pemerintah untuk mereview harga gas domestik dan menyediakan infrastrukturnya sebelum pengalihan minyak ke gas. "Penyuluhan minyak ke gas tersebut bisa memberikan keuntungan bagi APBN kita," tambahnya.

Sebelumnya Satya pernah mengungkapkan, perpindahan premium ke pertamax sebenarnya bukan solusi yang tepat, karena itu sama-sama menggunakan minyak. Persediaan minyak semakin hari semakin menurun dan harganya juga semakin meninggi.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya