JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bekerja sama dengan Pemerintah Swedia untuk menerapkan konstruksi berkelanjutan (sustainable construction) di tiga kota di Indonesia. Konstruksi tersebut menerapkan penyelenggaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Hermanto Dardak mengatakan, pembangunan proyek infrastruktur akan mengubah kondisi dan fungsi alam. Untuk itu perlu adanya penerapan konstruksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Tujuannya untuk memberi manfaat ekonomi,sosial, dan lingkungan yang signifikan.
“Melalui kerja sama dengan Swedia ini nantinya PU akan memperoleh pengetahuan mengenai penerapan infrastruktur yang ramah lingkungan dan akan diemplementasikan di Indonesia,” kata Hermanto di Jakarta.
Duta Besar Swedia untuk Indonesia Ewa Polano menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, Pemerintah Swedia sebelumnya secara intensif telah melakukan diskusi dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PU. “MoU ini sangat penting,ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk kerja sama pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan bagi kedua negara,” kata Ewa di tempat yang sama.
Kendati belum pasti, Ewa telah mengadakan pertemuan dengan tiga pemerintah daerah (pemda), yakni DIY, Sulawesi Tengah, dan DKI Jakarta. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan kerja sama penerapan konstruksi ramah lingkungan ini dilakukan di luar ketiga kota tersebut.
Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno menambahkan, setelah tiga kota sasaran dipilih, pihaknya akan menggandengpemdasetempatuntuk mengadakan seminar mengenai penerapan pembangunan konstruksi ramah lingkungan. (heru febrianto)
(Widi Agustian)