DEPOK - Guna mewujudkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga 2025, Pemerintah Indonesia memilih enam propinsi atau wilayah di Indonesia untuk memaksimalkan basis perekonomian wilayah tersebut. Keenam koridor tersebut yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Papua, dan Maluku.
Staf Ahli Kementerian Kemenko Perekonomian Bidang Persaingan Usaha Supriyadi menuturkan saat ini yang paling utama dilakukan untuk mewujudkan MP3EI adalah mengubah mindset dan membutuhkan transformasi ekonomi. Salah satunya dengan memperkuat produktifitas nasional di enam koridor ekonomi.
"Yaitu pengembangan enam koridor ekonomi dengan prioritas berbasis komoditi atau sector unggulan wilayah, misalnya Sulawesi kuat dengan nikel, lalu Papua ada hasil tambang, Kalimantan hasil energi yang menonjol, lalu Bali di sektor pariwisata," katanya kepada wartawan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Kamis (7/7/2011).
Supriyadi menambahkan kekuatan perekonomian Indonesia dititikberatkan pada kekayaan hasil sumber daya alam. Namun, kata dia, masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mewujudkan misi tersebut.
"Tantangan MP3EI di antaranya masih banyak kesenjangan pembangunan antar wilayah, dan infrastruktur yang belum maksimal," jelasnya.
Namun secara keseluruhan menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai 6,6 persen. Sementara pendapatan perkapita pada akhir 2014 akan mencapai lebih dari USD4.000-USD5.000 per kapita.
(Andina Meryani)