JAKARTA - Diluncurkannya Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) seiring dengan target pemerintah yang menyatakan jika Pendapatan perkapita penduduk Indonesia pada 2025 mencapai USD14250-USD15500 dinilai terlalu konservatif.
Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tandjung mengatakan target pemerintah tersebut terlalu lama, karena menurutnya, pada 2010 saja pendapatan per kapita Indonesia sudah lebih di atas USD3.000.
"Proyeksi yang dilakukan itu terlalu kecil dan konservatif," Ungkapnya dalam acara Diskusi Membangkitkan Spirit Kewirausahaan Nasional di Kantor Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (9/7/2011).
Lebih lanjut, asumsi pemerintah terhadap pendapatan perkapita tersebut bisa dicapai sebelum tahun 2025. "Ini dianggap berpendapatan tinggi, sebelum 2025 kita juga sudah dapat itu (pendapatan perkapita USD14.250-15.500)," ungkapnya.
Terakhir dijelaskan, menurut perhitungan, pendapatan tinggi masyarakat ini dapat dicapai dengan berusaha sungguh-sungguh. Selain itu Komisaris Para Grup ini berpandangan, pendapatan per kapita pada 2025 mendatang bisa mencapai delapan kali lipat dari pendapatan per kapita saat ini.
"Kalau saya menghitung-hitung, kalau kita berusaha sungguh sungguh, kita bisa melipatgandakan ekonomi selama lima tahun.dan tahun 2025 saya yakin akan dapat delapan kali lipat dari sekarang," Pungkasnya. (nia)
(Rani Hardjanti)