JAKARTA - Standard Charterd Bank Indonesia meluncurkan empat produk dan layanan ritel terbaru dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
"Keempat produk dan layanan ritel tersebut adalah layanan kartu kredit, kredit tanpa agunan, fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR), dan produk deposito," kata GM Retail Products, Consumer Banking Standard Chartered Indonesia Ina Susanti di kantor Standard Chartered, Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2011).
Ina memaparkan, layanan terbaru kartu kredit Standard Chartered ini berupa cash back 20 persen untuk penggunaan di restoran mana saja di seluruh Indonesia yang menerima kartu kredit. "Kemudahan ini memberi keleluasaan nasabah ketika menjamu relasi atau keluarga saat berbuka puasa bersama," imbuhnya.
Pada kredit tanpa agunan (KTA), Standard Chartered memberi kemudahan dengan mempercepat proses pencairan dana dalam tiga hari kerja. Layanan ini diluncurkan mengingat hingga dua minggu menjelang hari raya Idul Fitri, permintaan KTA meningkat hingga sedikitnya 20 persen.
"Kebanyakan nasabah menggunakan KTA ini sebagai modal usaha, dana pendidikan, dan keperluan menikah," ujar Ina.
Ina menambahkan, Standard Chartered juga mengeluarkan fasilitas take over KPR dari bank lain dengan suku bunga mulai dari 9,25 persen. "Selain bunga yang relatif mudah, kami juga membebaskan nasabah dari keharusan membayar biaya provisi, biaya appraisal, dan biaya administrasi," imbuhnya.
Produk Step Up Deposit adalah produk terakhir yang diluncurkan Standard Chartered Agustus ini. "Produk ini merupakan deposito berjangka 12 bulan dengan suku bunga tinggi tiap kuartal yang meningkat hingga 7,25 persen. Nasabah juga mendapatkan berbagai hadiah langsung ketika melakukan penempatan dana pertama kali," ujar Ina berpromosi.
Ina mengaku, peluncuran keempat produk ini merupakan langkah Standard Chartered mengembangkan tiga komponen utama aset mereka yakni kartu kredit, personal loan, dan KPR. "Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang positif juga menjadi momentum tepat untuk mengembangkan aset Standard Chartered lebih lengkap," tegasnya.
(Widi Agustian)