JAKARTA - Kekhawatiran terjadinya sudden reverseal (penarikan dana asing dalam waktu yang singkat secara masif) dikarenakan aliran dana asing (hot money) yang deras diklaim tidak akan menyebabkan dampak yang signifikan terhadap laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pasalnya dana asing tersebut dapat dikatakan jarang sekali untuk mampir ke pasar modal Indonesia. "Hot money itu sangat jarang sekali mampir di saham, karena fund manager pun juga memiliki kekhawatiran akan rugi dalam jangka pendek karena hot money itu kan sifatnya jangka pendek," ungkap Direktur Utama BEI, Ito Waristo, Jakarta, Selasa (6/9/2011).
Tambahnya, biasanya hot money tersebut akan masuk kedalam instrumen investasi yang mempunyai risiko cukup terbatas.
"Kalau di saham kan volitalitasnya cukup tinggi, di mana gampang untuk naik dan gampang untuk turun, maka risikonya pun cukup tinggi. Nah biasanya hot money itu tidak masuk ke dalam instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi semacam itu, jadi tidak perlu khawatir," pungkasnya.
(Widi Agustian)