"Pemahaman Salah Cost Recovery Hantui Investasi"

Yuni Astutik, Jurnalis
Selasa 20 September 2011 13:43 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Pemerintah mengatakan pemahaman cost recovery harus diubah dari beban, menjadi investasi minyak dan gas (migas). Pasalnya, pemahaman ini memberikan tekanan pada investasi yang terjadi di Indonesia.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara pembukaan Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition.

"Pemahaman cost recovery seperti menghantui investasi, harus diubah. Yang penting, cost recovery digunakan secara tepat," ungkapnya, di Jakarta Convention center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2011).

Dikatakannya, harus ada perbaikan cost recovery guna meningkatkan dan menjamin produksi minyak dan gas bumi. Sehingga, lanjut dia, masalah tumpang tindih lahan dapat dibenahi.

"Itu semua dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) itu sudah ada, yang menghambat kita lakukan perubahan," imbuhnya.

Menurut Hatta, jika produksi minyak turun bukan berarti cost recovery itu juga akan mengalami penurunan. Dicontohkannya, jika sebuah sumur berproduksi seribu barel 10 tahun lalu, maka saat ini produksinya bisa menjadi dua kali lipat atau dua ribu barel.

Namun, tingginya cost recovery akibat kandungan minyaknya hanya 100 barel, sementara sisanya 1.900 barel berisi air. "Airnya di-treatment sehingga cost recovery-nya menjadi tinggi," tandasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya