JAKARTA - Citibank yakin penyaluran kreditnya dalam valuta asing (valas), tidak akan terganggu meskipun ekonomi global khususnya di Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) sedang terganggu.
Menurut Chief Country Office Citi Indonesia, Tigor M Siahaan, gonjang-ganjing di UE dan AS memang menimbulkan sedikit kepanikan di Indonesia. Namun, untuk Citibank tidak terlalu berpengaruh.
"Karena investor yang akan menanamkan modalnya itu long term, seperti ekspansi usaha dan buka pabrik, jadi kredit valas kita sudah disesuaikan," ungkap Tigor, usai launching Kartu Kredit Citibank Rewards Card di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (21/9/2011).
Menurut dia, investor yang mengajukan kredit valas ke Citibank juga sudah mengetahui apa-apa saja risiko jika mengajukan risiko dalam bentuk valas, dan bukan rupiah.
"Yang mengajukan kredit valas ke kita kebanyakan eksportir dan perusahaan yang bergerak di sumber daya alam, jadi harga komoditas mereka dalam dolar AS. Jadi mereka sudah tahu risikonya jika mengajukan kredit valas," lanjutnya.
Terkait portofolionya kredit valas, Citibank menyatakan bahwa porsinya seimbang antara kredit valas dengan kredit menggunakan kurs rupiah. "Portofolio kita separuh-separuh. Separuh valas, separuhnya rupiah, seimbang," tutupnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)