JAKARTA - Pemerintah mengatakan akan terus memasok Liquefied natural gas (LNG) kepada negara Jepang, di tengah pembatasan ekspor gas alam guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, ekspor ini dilakukan sebagai bentuk komitmen yang sudah disepakati Pemerintah Indonesia dan Jepang yang sudah dibangun sejak lama.
"Komitmen kita masih kita jalankan. Kalaupun ada tambahan, akan kita lihat jika ada spot. Di situ ada permintaan itu dan secara spot ada space, maka itu bisa kita lakukan," ujar Hatta ketika ditemui di Kempinsky, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadi kelangkaan, mengingat persediaan LNG sampai dengan 25 tahun ke depan masih terpenuhi. Khususnya guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"LNG saya ingin liat dalam skala panjang. Meraca gas 25 tahun ke depan dalam sebuah neraca gas saya kaitkan dengan MP3EI di mana pada 2025 kebutuhan energi nasional kita atau barrel oil equivalent per day (bpoed), paling tidak 8 juta boepd," ungkap Hatta.
"Kalau melihat resources kita, temuan-temuan baru. Yang banyak itu gas di daerah terdalam, maka pemenuhan gas domestik kita, ditambah ekspor karena komitmen kita, masih memenuhi," tambahnya.
Walaupun demikian, Hatta menegaskan, pemerintah akan tetap memperhitungkan komposisi ekspor ini, selah satunya dengan tetap memantau kebutuhan dalam negeri.
"Untuk jangka panjang, memang kita melihat dari sisi neraca atau gas balance kita. Donggi Senoro sudah diatur domestik berapa, demikian juga lapangan gas abadi, sudah diatur berdasarkan plan of development berapa untuk Indonesia dan berapa yang kita ekspor," pungkasnya. (mrt)