JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menuturkan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8,8 persen sehingga menyentuh level 3.300 diperkirakan hanya akan bersifat sementara.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito menuturkan koreksi yang terjadi memang sudah terlihat disejumlah pasar regional dan penurunan terakhir yang terjadi dalam IHSG dikarenakan adanya kemungkinan investor asing melakukan likuidasi terhadap hal ini.
"Saya rasa ini hanya bersifat temporer. Karena secara fundamental, IHSG kita biasanya cepat pulih," ungkap Eddy kala ditemui di gedung BEI, Sudirman, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Tambahnya, sejauh ini otoritas pasar modal tersebut masih menelaah turunnya IHSG hingga 8,8 persen pada penutupan perdagangan kali ini.
Seperti diketahui, sentimen negatif krisis global akibat adanya pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), makin menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjauh dari level 3.500.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG makin terpuruk dengan turun 328,35 poin atau sebesar 8,88 persen ke level 3.369,143. Pada saham favorit Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 48,40 poin ke level 461,02 dan LQ45 turun 3,09 poin ke level 580,30. (mrt)
(Rani Hardjanti)