JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyiapkan tiga langkah untuk menangkis dampak krisis global.
"Kami akan fokuskan antisipasi krisis global melalui diversifikasi pasar ekspor, penguatan daya saing produk Indonesia, dan penguatan pasar dalam negeri. Tiga langkah ini akan semakin diperkuat dalam mengantisipasi krisis perdagangan dunia," kata Mari di Kemendag, Senin (26/9/2011).
Mari mengklaim, berbagai kebijakan pemerintah terkait diversifikasi telah sejalan dengan perkembangan pasar perdagangan. Dalam target jangka panjang, pemerintah akan merambah pasar di negara-negara berkembang, Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin, dan Rusia.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita lebih fokus lagi untuk merambah pasar potensial dalam diversifikasi perdagangan Tanah Air. Kami melihat, ekonomi negara-negara tersebut diperkirakan tetap akan mengalami pertumbuhan cukup tinggi ke depan," imbuhnya.
Untuk memulai proses tersebut, Kemendag telah melakukan misi dagang ke Rusia dan beberapa negara sekitarnya tahun lalu. Sementara, Nigeria, Afrika Selatan, dan Angola, menjadi target misi dagang tahun ini.
Langkah kedua adalah dengan meningkatkan daya saing yang secara umum saat ini membaik. "Hal tersebut tercermin pada peningkatan pangsa Indonesia di pasar dunia. Pada 2006 ekspor Indonesia baru 1,2 persen, sedangkan tahun lalu sudah menjadi 1,7 persen," kata Mari.
Peningkatan daya saing dilakukan melalui Forum Ekspor yang berupaya mengatasi berbagai hambatan dan ekonomi biaya tinggi yang dialami eksportir. Kemendag juga akan menggalakkan diversifikasi produk ekspor dan peningkatan nilai tambah. Selain itu, perbaikan konektivitas dan efisiensi logistik pun akan terus diperbaiki.
"Langkah terakhir adalah penguatan pasar dalam negeri. Jika kita mampu memanfaatkan pasar dalam negeri, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga. Keberhasilan kita melewati krisis 2008 juga tak dapat dimungkiri akibat tingginya konsumsi dalam negeri," tegas Mari.
Untuk mewujudkannya, Kemendag pun gencar melaksanakan program pengamanan pasar dengan diimbangi promosi peningkatan mutu dan penggunaan produk dalam negeri. Mari menyebutkan, langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah di antaranya menyempurnakan pengaturan antidumping, pengetatan dan implementasi labelling dan standar produk, serta perlindungan konsumen.
"Kami juga tetap mengoptimalkan gerakan 100 persen Aku Cinta Indonesia (ACI) supaya terus meluas dalam berbagai produk. Saat ini, tingkat rasa bangga mulai berdampak terhadap penggunaan produk dalam negeri seperti batik, fesyen, sepatu, dan makanan," tuturnya.
(Widi Agustian)