Denmark Danai Efisiensi Energi USD10 Juta

Suwarny Dammar, Jurnalis
Selasa 27 September 2011 19:21 WIB
Ilustrasi
Share :

MAKASSAR - Pemerintah Denmark melalui Danish International Development Agency (Danida) mendanai USD10 juta untuk mendorong efisiensi dan konservasi energi di Indonesia. Tujuannya, untuk pengembangan program efisiensi dan konservasi energi ini untuk jangka waktu empat tahun sejak Maret 2010.

Duta Besar (Dubes)  Denmark untuk Indonesia HE Borge Petersen menjelaskan, efisiensi energi dalam industri merupakan elemen penting untuk mengurangi konsumsi energi, sehingga mengamankan ketersediaan lebih luas dari energi dan memenuhi tantangan dari perubahan iklim.

Hal ini disampaikan di sela-sela pembukaan pekan efisiensi energi wilayah Sulsel yang diselenggarakan Kementerian ESDM, di Singgasana Hotel, Makassar, Selasa (27/9/2011).

"Kerja sama Indonesia dan Denmark melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya mendorong penerapan efisiensi energi. Melalui teknologi baru dan produk yang disuplai dari Denmark, kini produk efisiensi energi itu sudah dapat dijangkau di seluruh Indonesia," katanya.

Sementara itu, Direktur Konservasi Energi ESDM Maryam Ayuni mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong kelompok industri agar melakukan efisiensi energi, maka ESDM bekerjasama dengan Pemerintah Denmark serta International Financing Corporation (IFC) dan PT Semen Tonasa menggelar pekan efisiensi energi.

Kegiatan yang digelar di Makassar merupakan kegiatan kedua setelah Jakarta dari rangkaian kegiatan yang dilakukan di sembilan kota di Indonesia.

"Bulan depan akan digelar di Denpasar, Bali dan selanjutnya di kota besar lainnya di Indonesia melalui kegiatan tersebut diharapkan sosialisasi tentang pentingnya melakukan efisiensi energi dan mencari sumber energi baru dapat terwujud,” katanya.

Itu dilakukan, imbuh dia, mengingat karena pertumbuhan penggunaan energi dari tahun ke tahun meningkat secara konsisten, sementara pada satu sisi kesenjangan pemanfaat energi sangat besar antara wilayah perkotaan dan desa-desa terpencil.

"Sekira 30 persen daerah di Indonesia belum mendapat listrik, sementara di wilayah perkotaan yang menikmati energi listrik mulai dari sektor rumah tangga hingga industri mendapatkan listrik yang bersubsidi," paparnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya