JAKARTA - Pelaku usaha nasional mensinyalir, kelangkaan dolar Amerika Serikat (AS), terjadi akibat ulah para spekulan di pasar valuta asing.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPlas) Fajar AD Budiyono mengatakan, selama ini, para pelaku industri skala besar yang masih bergantung pada bahan baku impor memang membutuhkan banyak dolar untuk melakukan transaksi.
Namun, kata dia, mereka hanya menggunakan dolar seperlunya saja sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. "Pengusaha mengambilnya hanya seperlunya saja. Kondisi ini lebih karena ulah para spekulan," kata Fajar di Jakarta, Rabu (28/9/2011).
Selain itu, lanjutnya, kelangkaan dolar juga terjadi karena kepanikan pasar. Menurutnya, kebutuhan dolar para pelaku industri atau importir akan meningkat pada akhir tahun.
“Pasar panik dan tidak mau ambil risiko sehingga mereka lebih membeli dolar, dan yang lebih banyak keluar adalah hot money dana jangka pendek,” jelasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)