Produksi Menurun, Ekspor Kopi Aceh Anjlok

Salman Mardira, Jurnalis
Rabu 05 Oktober 2011 15:17 WIB
Ilustrasi
Share :

BANDA ACEH - Realisasi ekspor kopi Arabika asal Aceh baik secara nilai maupun volume menurun drastis selama triwulan III-2011. Penurunan terjadi hampir mencapai 50 persen dari jumlah dan nilai ekspor tiga bulan sebelumnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Nurdin mengatakan, penurunan nilai dan volume ekspor kopi disebabkan oleh minimnya produksi dalam tiga bulan terakhir. "Bisa dikatakan dalam tiga bulan ini musim paceklik, kopi sedang berbuah. Jadi produksinya memang menurun dari produksi sebelumnya,” kata Nurdin di Banda Aceh, Rabu (5/10/2011).

Nilai ekspor kopi Aceh selama Juli-September 2011 hanya mencapai USD7,16 juta, padahal pada triwulan sebelumnya nilai ekspor komoditas itu mencapai USD13,5 juta. “Artinya mengalami penurunan sebesar USD6,3 juta atau 47 persen dari triwulan sebelumnya,” rinci Nurdin.

Dari segi jumlah atau volume, pada triwulan III ini Aceh hanya mampu mengekspor 949 ratus kilogram kopi, mengalami penurunan sebesar 48 persen jika dibanding volume ekspor selama April hingga Juni 2011 yang mencapai 1,8 juta Kg. “Turun sebanyak 910 ribu kilogram,” sebut Nurdin.

Pada jenis kopi luwak tercatat nilai ekspor selama tiga bulan terakhir mencapai USD10 ribu dengan volume 200 kg. Sementara triwulan sebelumnya komuditas ini diekspor sebanyak 55 kg atau senilai USD2 ribu.

Menurut Nurdin kopi Aceh pada triwulan III diekspor masing-masing ke Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belgia, Jerman, Korea Selatan, Selandia Baru dan Australia. Kopi diekspor melalui pelabuhan di Sumatera Utara.

Permintaan kopi tetap tinggi, namun kata dia, rata-rata kopi yang diekspor dari sana dalam kurun tiga bulan terakhir adalah biji-biji sisa panen sebelumnya. Sementara biji yang baru tumbuh sekarang ini sedang memasuki masa panen.

Diperkirakan dalam waktu dekat ini petani kopi di dataran tinggi Gayo, Aceh akan memasuki musim panen raya. Dataran tinggi Gayo merupakan sentra produksi kopi di Aceh, khususnya jenis Arabika. “Triwulan ini bakal panen raya, saat itulah realisasi ekspor akan naik lagi,” ujar Nurdin.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya