JAKARTA - Guna memenuhi kebutuhan hidup, serta memperoleh dana untuk melaut, para pelayan ternyata masih menggunakan jasa para lintah darah alias rentenir.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutardjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR-RI, di Gedung DPR, Senayan, Senin (24/10/2011).
"Sekarang ini nelayan hidup dari rentenir. Begitu pulang mencari ikan, mereka harus bayar tinggi ke rentenir. Makanya harus carikan jalan bagi nelayan," kata dia.
Karenanya, dia menginginkan pada 2014 industrialisasi sektor perikanan dapat tumbuh. "Impian saya adalah bagaimana ke depannya nelayan menjadi modern dengan industri maju. Itu adalah syarat utama untuk bisa menjangkau global. Tujuan kami memang tidak gampang, tapi dengan bantuan pemikiran bersama, maka itu akan terjadi pada 2014," kata Cicip.
Dia mengatakan, saat ini, rencana tersebut sedang dirembuk secara internal. Rencananya, dalam sebulan ke depan pihaknya dapat menyampaikan hal tersebut lebih akurat kepada anggota dewan.
"Kalau mau lihat ke depan, untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan maka butuh industrialisasi. Dengan itu bisa dapatkan income yang tinggi dengan kebijakan agar mereka membuat industri proses," lanjut Cicip.
Selain itu, dia menambahkan, KKP setidaknya membutuhkan dana dari APBN sebesar Rp56,7 triliun selama lima tahun untuk peningkatan produksi ikan. (mrt)
(Rani Hardjanti)