JAKARTA - Adanya perlambatan dalam pertumbuhan ekonomi global menyebabkan sejumlah negara-negara besar memangkas belanjanya. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dikatakan tidak akan terseret pemangkasan belanja tersebut.
Managing Director Bank Dunia (World Bank) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, ketahanan dalam mengahadapi krisis global tentu saja akan sangat dipengaruhi oleh kewaspadaan terhadap kemungkinan gejolak ini akan ditransmisikan.
"Melalui jalur apa? Apa jalur perdagangan atau kah itu melalui jalur arus modal yang ada (capital flow)" jelas Sri Mulyani di kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/11/2011).
Namun, mantan Menteri Keuangan Indonesia ini yakin, dengan beragamnya ekspor di Indonesia, maka akan memperkuat fundamental Indonesia dalam menghadapi krisis. "Indonesia akan terpengaruh lebih pada second round effect-nya, karena mungkin destination yang berasal dari Asia. Jadi baru akan terkena sesudah mereka (Asia)," terangnya.
Selain itu, Sri Mulyani juga mengingatkan efek dari sentimen yang berhubungan dengan persepsi risiko, terkait volatilitas atau gejolak arus masuk dan keluar. "Menjadi sangat penting untuk tidak volatile atau tidak terlalu bergejolak," papar dia.
Akan tetapi, dia tetap mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap semua kemungkinan gejolak dan pengaruhnya. "Baik itu melalui jalur perdagangan, jalur moneter, ataupun APBN kita yah," tukas Sri Mulyani. (mrt)
(Rani Hardjanti)