PADANG - Lengkap sudah penderitaan warga Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Harga kebutuhan pokok di daerah ini merangkak setelah terkena bencana banjir besar pada Kamis 3 November lalu.
Untuk harga bahan pokok beras naik dari Rp10 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp17 ribu per kg. Kenaikan harga ini juga berimbas ke minyak tanah yang melambung tinggi di daerah yang terkena bencana banjir besar tersebut.
Seperti di Kecamatan Linggo Sari Baganti, harga minyak tanah per liter pada normalnya hanya Rp3.200. Namun, usai banjir, harga minyak tanah naik menjadi Rp10 ribu per liter.
"Kami tidak punya uang untuk membeli minyak tanah seharga itu. Kata pedagang minyak tanah kosong di agennya karena mobil Pertamina tidak masuk ke sini menyulplai lantaran jalan terputus,” ungkap Herman (30), Warga Lingo Sari Bagati pada okezone, Selasa (8/11/2011).
Akibatnya, untuk memasak makanan yang ada mereka menggunakan kayu bakar. Hal yang sama juga terjadi di Pasir Putih, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang dari Rp4 ribu minyak tanah per liter melonjak naik menjadi Rp13 ribu.
"Untuk memperoleh minyak tanah ini harus begerilya mencarinya, sebab di Pasir Putih tidak beroperasi dua pangkalan minyak disebabkan pasokan tidak ada,” ujar Anto salah seorang warga Pasir Putih.
Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit mengaku telah meminta pihak Pertamina untuk memberikan pasokan BBM di daerah lokasi bencana. Untuk di Kecamatan Lengayang pada sisi selatan jalan putus diminta distribusi dilakukan melalui Pertamina Bengkulu dan untuk sisi utara alokasi diminta tidak terputus dari Pertamina Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat.