JAKARTA - Kecilnya share impor produk travel goods, Handbags and Similar Containers Indonesia ke Turki membuat pemerintah Turki membebaskan pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP). Share impor Indonesia ke Turki saat ini kurang dari tiga persen.
Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ernawati menjelaskan Turki telah mempublikasikan hasil penyedikian perpanjangan BMPT terhadap produk tersebut pada 25 Oktober 2011, dan juga penerapan BMPT ini berlaku segera setelah disetujui oleh Ministerial Council Turki.
"Dengan dikecualikannya Indonesia terhadap pengenaan BMPT oleh Turki, maka kesempatan untuk mengisi dan merebut pasar ekspor produk Travel Goods, Handbags and Similar Containers di Turki tetap terbuka bagi perusahaan/eksportir Indonesia,” ungkap Ernawati dalam dalam siaran persnya yang diterima okezone, Sabtu (12/11/2011).
Lebih lanjut, dikecualikannya produk ini berdasarkan pada penyelidikan perpanjangan BMTP yang telah dilakukan Turki pada 31 Maret 2011 dan dilakukan atas permohonan dari industri domestik Turki, yaitu the Istanbul Leather and Leather products Exporters’ Association (IDMIB), Aegean leather and Leather Products Exporters’ Association (EDMIB), Istanbul Chamber of General Saddler dan Leather Goods Association of Manufactures.
"Adapun penyelidikan tersebut dilakukan selama tiga periode yaitu Periode I (4 Agustus 2011-4 Juli 2012) sebesar USD2,70 per kilogram (kg) atau maksimal USD4,25 per piece. Periode II (4 Agustus 2011-4 Juli 2013 sebesar USD2,60 per kg atau maksimal USD4,00 per piece. Serta Periode III (4 Agustus 2013-4 Juli 2014) sebesar USD2,78 per kg atau maksimal USD4,25 per piece,” jelasnya.
Menindaklanjuti tuduhan safeguard Turki, dia mengatakan pemerintah Indonesia melalui Kemendag telah menjawab kuisioner secara tepat waktu serta menyampaikan submisi/concern Pemerintah Indonesia secara tertulis pada 8 April 2011, yang menyampaikan bahwa share impor Indonesia kurang dari tiga persen sehingga berdasarkan aturan WTO harus dikeluarkan dari penyelidikan.
Menurut data Comtrade 2010, pasar ekspor utama produk Travel Goods, Handbags and Similar Containers asal Indonesia adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Italia dengan nilai ekspor sebesar USD58 juta, USD16 juta, dan USD9,9 juta.
Sedangkan Turki sendiri menempati peringkat ke-29 dengan ekspor pada 2010 yang mencapai nilai USD222 ribu. Indonesia sendiri menempati peringkat ke-6 pengekspor utama ke Turki, setelah China, Italia, Prancis, Vietnam, dan India.