Sukuk Global Oversubscribed 6,5 Kali

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Selasa 15 November 2011 14:15 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA - Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) global atau yang dikenal dengan Sukuk berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sebanyak 6,5 kali.

Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan Pemerintah Indonesia melalui SPV Perusahaan penerbit SBSN Indonesia-2 telah melakukan pricing Global Sukuk senilai USD1 miliar dengan tenor tujuh tahun dengan harga at par pada yield/kupon empat persen.

"Penawaran pembelian (book-order size) USD6,5 miliar atau kelebihan permintaan sebanyak 6,5 kali dari 250 investor," ungkap Rahmat dalam pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Menurut dia, transaksi tersebut sebagai lanjutan dari pertemuan dengan investor di Timur Tengah pada Oktober 2011. "Tujuan penerbitan (sukuk) untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2011 dengan jumlah total penerbitan gross SBN Rp2.015 triliun," jelas dia.

Tujuan lainnya, sambung Rahmat, adalah untuk diversifikasi intrumen pembiayaan APBN dan mengembangkan pasar sukuk Indonesia di pasar keuangan syariah internasional.

Adapun alokasi pasar keuangan syariah internasional adalah 30 persen investor Timur Tengah/Islamic, 12 persen Indonesia, 18 persen Eropa, 32 persen Asia. dan delapan persen AS. "Jenis investor terbesar Fund Management 59 persen, sisanya bank dan bank sentral, sovereign wealth funds," jelas dia.

Sekadar informasi, ini adalah penerbitan global bond ke dua. Global bond pertama 2009 dengan yield 8,8 persen dan tenor lima tahun. Obligasi ini memiliki rating Indo BB+/S&P's, Ba1/Moody's, serta BB+/Fitch. Menurut Rahmat, obligasi ini akan listing di Singapore Stock Exchange serta setelmen pada 21 November 2011. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya