JAKARTA - Pemerintah lebih memilih mengoptimalkan dan memperkuat skema kerja sama perdagangan antarnegara-negara dalam satu kawasan Asia Tenggara ketimbang turut serta dalam Trans Pasific.
Deputi Menko Perekonomian bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawady mengatakan, isu utama dalam kerangka kerja sama Asean adalah keseimbangan perdagangan.
Edy melihat, kerja sama perdagangan Indonesia dan negara Asean bukan merupakan pertukaran keunggulan produksi, namun sebatas pertukaran kerja sama saja. Hal ini berbeda dengan kerja sama perdagangan antara Indonesia-China yang mengedepankan pertukaran keunggulan. Pemerintah lebih mengedepankan untuk mengoptimalkan perdagangan Asean.
“Pasar Asean besar. Asean termasuk konsumen daya beli tinggi. Yang penting adalah created Asean bukan made in,” tegas Edy di Jakarta, Rabu (16/11/2011).
Menurutnya, jika negara-negara Asean memiliki produk tersendiri dan dipasarkan dalam satu kawasan, otomatis Indonesia juga akan mendapat keuntungan.
(Widi Agustian)