JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengaku belum mengkaji kenaikan angka inflasi jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp1.000 per liter dan mobil mewah dilarang menggunakan BBM subsidi.
"Kalau naik Rp500, premium naik semua sudah dikaji. Tapi kalau (naik) Rp1.000, mobil mewah (dilarang gunakan BBM subsidi), belum lihat," ungkap Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan BI Rizal Jafara ketika dalam presentasinya di acara "Indonesia Economic Observation" di Jakarta, Kamis (16/11/2011).
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk inflasi akhir tahun sendiri memang ada kecenderungan naik. Hanya dia tidak bisa mengatakan berapa kenaikannya. Namun, menurutnya lebih mirip inflasi akhir tahun pada tahun-tahun sebelumnya.
"Historical-nya berapa, saya lupa, tinggal November dan Desember, bisa setengah persen pada Desember, November cek lagi deh, ambil rata-ratanya saja," pungkasnya.
(Widi Agustian)