JAKARTA - Sebagai negara yang sebagian besar terdiri atas lautan, ternyata Indonesia hanya menguasai 7,5 persen pangsa pasar ikan hias dunia dengan nilai ekspor USD12,6 juta per tahun.
Indonesia pun berada di peringkat ketiga di bawah Singapura dan Malaysia. Negeri Singa tersebut menguasai 22,8 persen pangsa pasar ikan hias dunia dengan nilai ekspor USD41,5 juta per tahun.
“Itu data yang kami dapatkan dari Ornamental Fish International (OFI), satu organisasi yang mengatur lalu-lintas ikan hias dunia,” kata Ketua Umum Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) Herjanto Kosasih saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (23/11/2011).
Adapun pameran IPPAE 2011 akan berlangsung di WTC Mangga Dua, Jakarta pada 2-11 Desember mendatang. Padahal, kata Herjanto, di perairan Indonesia sedikitnya terdapat 650 species ikan hias air laut.
Sedangkan jumlah spesies ikan hias air tawar Indonesia diperkirakan mencapai 400 species dari total 1.100 spesies ikan hias yang ada di seluruh dunia. “Hampir 90 persen ikan hias yang diekspor oleh Singapura tersebut merupakan spesies ikan hias asli Indonesia,” tukasnya.
Salah satu kendala yang menyebabkan potensi ikan hias Indonesia kurang dikenal di mancanegara adalah masalah promosi dan kurangnya dukungan pemerintah.
Sebaliknya Singapura, meskipun tidak memiliki keanekaragaman hayati, namun pemerintahnya sangat mendukung para pehobi ikan hias di negaranya dengan menjadi fasilitator penyelenggaraan pameran-pameran ikan hias berskala internasional sekelas Aquarama.
Di mana penyelenggaraan pameran itu setiap tahunnya sukses mendatangkan jutaan dolar devisa bagi Negeri Singa tersebut.
“Atas dasar tersebut, sejak 2009 lalu, kami secara rutin menyelengarakan pameran berskala internasional yang bertajuk Indonesia Pets Plants Aquatic Expo ini. Melalui pameran ini kami berharap nama Indonesia bisa dikenal di mata para pehobi ikan, tanaman, serta hewan peliharaan lainnya dari seluruh dunia,” jelas Herjanto.
Diakuinya, sejak pertama kali digelar 2009 lalu, nilai transaksi yang tercatat sepanjang pelaksanaan IPPAE terus mengalami peningkatan yang signifikan.
"Pada 2009, total transaksi mencapai Rp500 juta. Sedangkan tahun lalu jumlahnya langsung naik hingga Rp10 miliar. Tahun ini kita targetkan nilai transaksi yang terjadi bisa mencapai Rp100 miliar,” harapnya.
Bahkan pada pelaksanaan IPPAE 2010 lalu, seekor ikan Arowana jenis Super Red Albino laku terjual dengan Rp1 miliar yang dibeli oleh seorang pehobi asal Jepang. “Tahun ini pasti akan banyak kejutan-kejutan lainnya. Kalau penasaran datang saja ke WTC Mangga Dua tanggal 2-11 Desember besok,” tukasnya.