JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mengakui sedang merencanakan manfaat energi yang murah untuk masyarakat pedalaman dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
"Saat ini kami sedang mengembangkan listrik dengan tenaga air lewat PLTA di daerah Wamena," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji yang ditemui dalam acara penandatanganan nota kesepahaman PLN, di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
Dia mengatakan pembangkit tersebut akan menggunakan mesin diesel yang akan dibawa ke daerah tersebut untuk menghidupkan PLTA tersebut.
"Jika kita lihat daerahnya terpencil maka kita akan segera memikirkan solusi otomatis dari tenaga diesel. Kita bawa mesin dieselnya ke sana lalu bahan bakarnya kita bawa juga dengan pesawat Hercules tapi harga membangkitkan listrik setiap kilowatt per jam itu Rp5ribu dan itu mahal sekali, di Jawa saja di bawah Rp1.000," jelasnya.
Menurutnya, PLTA saat ini menjadi jalan keluar yang lebih paling ekonomis karena harga listriknya Rp1.200-Rp1.500 per kw per jam. Kemudian untuk wilayah Nusa Tenggara Timur perusahaan pelat merah tersebut memanfaatkan listrik bertenaga matahari dengan biaya Rp3ribu sehingga jauh lebih murah dari listrik dengan solar.
"Jadi ini adalah solusi yang kreatif tetapi tetap dengan perhitungan yang ekonomis. Jadi tidak ada solusi nasional," katanya.
Dirinya menambahkan saat ini pihaknya akan terus gencar bekerja sama dengan badan-badan atau perusahaan pengembang teknologi seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan menggembangkan teknologi dengan bahan bakar non-BBM.