JAKARTA - PT Bakrie Telecom (BTEL) Tbk merupakan salah satu dari 10 emiten yang keluar dari Daftar Efek Syariah (DES) periode II-2011.
"Yang keluar dari DES karena rasio utang terhadap ekuitas bertambah, karena menerbitkan obligasi atau memperoleh pinjaman dari bank," ungkap Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam-LK Etty Retno Wulandari, saat konferensi pers Penerbitan DES Periode II-2011, di kantornya, Jumat (2/12/2011).
Dari kesepeluh emiten tersebut, BTEL merupakan satu-satunya emiten besar di antara emiten lainnya. "Bakrie Telecom memang selalu on-off (keluar-masuk), karena utangnya naik turun," imbuhnya.
Adapun sepuluh emiten yang tercatat keluar dari DES periode II-2011 adalah PT Alfa Retailindo Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Colorpak Indonesia Tbk, PT Duta Graha Indah Tbk, PT FKS Multi Agro Tbk, PT Inter-Delta Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Multistrada Arahsarana Tbk, PT Skybee Tbk, dan PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Selain emiten yang keluar, pada periode II-2011 tercatat jumlah emiten masuk sebanyak 24 emiten yakni PT Garuda Indonesia Tbk, PT First Media Tbk, PT Mahaka Media Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, serta PT Perusahaan Gas Negara.