JAKARTA - Guna membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Cisokan, Jawa Barat, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan pinjaman sebesar USD750 juta.
Proyek menghabiskan dana sekitar USD850 juta ini, dananya didapatkan melalui bantuan pinjaman dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) World Bank sebesar USD750 juta, sisanya dari investor domestik.
"Untuk PLTA Cisokan ini sudah mendapatkan dana pinjaman dari World Bank melalui IBRD sebesar USD 750 juta" ungkap Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan PLN Mochammad Sofyan, kala dihubungi okezone di Jakarta, Sabtu (3/12/2011).
Lebih lanjut dia mengatakan, dana pinjaman tersebut, sudah dapat dicairkan dalam waktu 14 hari lagi. "Dana itu sudah siap dalam dua minggu lagi," lanjutnya.
Sofyan menjelaskan, proyek PLTA Cisokan ini sudah memasuki tahap persiapan dan diharapkan dapat beroperasi pada 2015 mendatang.
Seperti diketahui, Pemerintah saat ini sedang menyiapkan pengembangan PLTA berkapasitas 2.030 megawatt (MW). Pengembangan PLTA tersebut berada di dua lokasi yaitu PLTA Upper Cisokan, Jawa Barat dan Simpang Alur, Sumatera bagian Selatan dengan kapasitas masing 2x1.000 mw dan 1x30 mw.
Proyek-proyek ini masuk dalam proyek percepatan 10.000 mw tahap kedua dan juga masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). (mrt)
(Rani Hardjanti)