JAKARTA - Terkendalinya inflasi inti didukung oleh harga komoditas global yang terkoreksi cukup tajam, nilai tukar yang cenderung stabil, dan ekspektasi inflasi yang terus membaik dapat menekan lanju inflasi 2011 di bawah empat persen.
Kepala Divisi Humas BI Difi A Johansyah menjelaskan, rendahnya inflasi volatile food prices terutama ditopang oleh pasokan yang terjaga, baik dari produksi domestik maupun impor
"Jika kecenderungan penurunan inflasi ini berlanjut, maka inflasi IHK secara keseluruhan 2011 diperkirakan dapat lebih rendah dari empat persen," ungkap Difi ketika menemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Menurutnya, meskipun beras mencatat inflasi yang cukup tinggi, namun koreksi harga yang cukup besar terjadi pada aneka bumbu, seperti bawang dan cabe merah, serta pada kelompok daging.
"Penurunan inflasi sepanjang 2011 terjadi karena koreksi inflasi volatile food prices dan minimalnya inflasi administered prices, sementara inflasi inti cenderung moderat," tukasnya.
Sekedar informasi di sisi harga, pada 2011 diwarnai oleh inflasi yang menurun. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2011 tercatat sebesar 0,34 persen (month to month) atau 4,15 persen (year on year). (mrt)
(Rani Hardjanti)