Omzet Industri Mikro Bisa Naik 10%

Sandra Karina, Jurnalis
Selasa 13 Desember 2011 16:51 WIB
Ilustrasi: Grafik
Share :

JAKARTA - Omzet industri berskala rumah tangga dan mikro diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 10 persen hingga akhir tahun ini dibandingkan 2010.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Euis Saedah mengatakan, kenaikan itu didorong oleh semakin banyaknya order yang diterima oleh dua sektor industri itu.

"Sedangkan, untuk industri skala kecil dan menengah rata-rata tumbuh dua sampai tiga persen, tapi hingga akhir tahun ini mungkin bisa tumbuh tujuh persen. Seiring dengan pertumbuhan total industri manufaktur,” kata Euis di Jakarta, Selasa (13/12/2011).

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan fokus untuk memperkuat kapasitas industri mikro dan kecil, terutama dalam menguasai pasar domestik. Jadi, kata dia, jangan hanya fokus pada ekspor. Namun, ekspor yang ada saat ini, kata dia, tetap harus didorong.

"Kita lihat bagaimana perkembangannya dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Untuk itu, posisinya harus diperkuat. Jangan sampai, kita mengejar ekspor, ternyata di dalam negeri diisi barang impor. Strateginya, jangan bermain di lahan yang sama," paparnya.

Menurutnya, penguatan industri berskala mikro dan kecil terutama sektor fesyen dan makanan akan diprioritaskan. Untuk fesyen, lanjut dia, akan difokuskan pada produk perhiasan.

"Kedua sektor itu memang sedang tren dan bertumbuh. Bahkan, 25 persen dari IKM nasional bergerak di sektor makanan. Tapi, belum terstruktur secara mendasar. Jadi, kita akan kaji bagaimana upaya penguatan, misalnya mulai dari aspek pajak dan tarif," tuturnya.

Untuk makanan, menurut Euis, akan difokuskan pada meningkatkan keamanannya, mulai dari penerapan standar internasional terkait Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP) dan cara produksi yang baik (good manufacturing practice/GMP) hingga pengemasan produk.

Maka dari itu, Euis mengatakan, pihaknya akan menerapkan pendekatan interlinkages pada tahun depan. Interlinkages adalah menjalin rantai keterkaitan antara pelaku industri skala mikro dengan skala kecil dan menengah. Cara itu akan memberikan nilai tambah.

“Jadi, nilai tambahnya itu berantai. Si industri kecil menengah tidak harus membuat semua produksinya, tapi menerima pasokan dari pemain skala mikro atau rumahan,” ucapnya.

Intinya adalah bisa memproduktifkan para pemain yang belum bisa ikut ambil bagian di pasar. “Jadi, IKM yang mapan menolong yang kecil-kecil dan mikro lainnya agar ikut mapan dan naik kelas,” ungkapnya.

Langkah tersebut membutuhkan kedekatan dan kepercayaan antara sesama pelaku usaha. Untuk skala kecil dan mikro, kata dia, syarat itu bisa dipenuhi. Namun, lanjutnya, industri besar dan sedang memang membutuhkan persyaratan lebih ketat karena nilai investasinya juga tidak sedikit.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya