JAKARTA - PT PLN (Persero) akan segera membangun PLTA Upper Cisokan Pumped Storage 4x260 megawatt (mw) di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan total dana sebesar USD800 juta.
Hal ini disampaikan Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya di Jakarta Rabu (14/12/2011).
"PLTA Upper Cisokan adalah PLTA dengan sistem pumped storage pertama di Indonesia. Total biaya proyek sebesar USD800 juta, terdiri dari pinjaman sebesar USD640 juta untuk pekerjaan utama dan APLN/APBN sebesar USD160 juta untuk pekerjaan prasarana dan pembebasan tanah," ujar Bambang.
Dirinya mengatakan pembangunan tersebut menyusul ditandatanganinya loan agreement antara pemerintah dengan Bank Dunia dan project agreement antara PLN sebagai executing agency dengan IBRD 29 November lalu. Hal ini dilaksanakan karena PLN telah memenuhi persyaratan-persyaratan pinjaman, antara lain Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP), Environmental Impact Assessment (EIA), Environmental Management Plan (EMP), Dam Safety Plan, Project Implementation Plan (PIP), Project Review Panel dan Environmental Social Panel, serta Surat Keputusan Penetapan Lokasi.
"Semua persyaratan tersebut untuk menjamin agar pelaksanaan konstruksi dan operasi PLTA nantinya dapat berjalan dengan baik," ungkapnya.
Bambang menegaskan PLTA ini mempunyai dua buah reservoir yaitu upper reservoir (waduk atas) dan lower reservoir (waduk bawah).
Pola operasi PLTA pada waktu beban puncak antara pukul 17.00-22.00 air akan dilepas dari upper reservoir ke lower reservoir untuk menghasilkan listrik. Sebaliknya pada waktu di luar beban puncak, air akan dipompakan kembali dari lower reservoir ke upper reservoir memanfaatkan energi dari sistem Jawa Bali.
"Dengan demikian PLTA ini bisa beroperasi sepanjang tahun (tidak tergantung debit sungai dan musim) tanpa mengganggu debit sungai dan irigasi yang berada di sekitarnya. Kalaupun dibutuhkan tambahan air, hanya digunakan sedikit air untuk mengatasi penguapan di waduk tersebut," tegasnya.
Dirinya menambahkan PLTA pomped storage memiliki nilai keekonomisan yang tinggi. Pada saat menghasilkan listrik dianggap sebagai pengganti pembangkit PLTG dengan BBM yang sangat mahal, sedangkan untuk memompa dipakai listrik dari PLTU batu bara yang relatif murah.
"Surat Keputusan Penetapan Lokasi dari Gubernur Jawa Barat telah terbit tanggal 27 Oktober 2011 dan loan agreement ditandatangani tanggal 29 November 2011, dengan demikian Proyek PLTA Upper Cisokan sudah bisa mulai dibangun dengan kapasitas 4x260 mw dan diharapkan bisa mulai beroperasi tahun 2016 untuk membantu memenuhi kebutuhan beban puncak sistem Jawa Bali yang pada saat ini hampir mencapai 20.000 mw dan diprediksi pada tahun 2016 akan mencapai 29.000 mw," pungkasnya.
(Widi Agustian)