JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menargetkan produksi batu bara pada 2012 mencapai 8.000-8.500 metrik ton (mt) per bulan.
"Di tahun 2012, kurang lebih produksi batu bara kita 8.000-8.500 mt per bulan. Tapi di Juni 2012 akan naik menjadi 45.000 metric ton per bulan," ungkap Direktur Utama Medco Lukman Mahfudz saat paparan publik di kantornya, Jakarta, Kamis (15/12/2011).
Medco memang telah merambah bisnis batu bara, dari yang awalnya hanya berproduksi minyak dan gas. "Batu bara mulai produksi Februari," katanya.
Sebelumnya, Medco berencana memulai produksi batu bara di Nunukan, Kalimantan Timur, pada akhir 2011. Rencananya, produksi awal ditargetkan 500 ribu ton dan hingga 2014 akan digenjot hingga satu juta ton.
"Rencananya mulai berproduksi akhir tahun ini atau tahun depan dengan produksi 500 ribu ton dan akan digenjot bisa mencapai satu juta ton pada 2014," ungkap CEO-Managing Director Medco Energi Arie Prabowo Ariotedjo.
Dijelaskannya, ada dua perusahaan tambang yang menjadi penghasil batu bara, yaitu PT Duta Tambang Rekayasa dan PT Tambang Sumber Alam. Kedua perusahaan tersebut telah diakuisisi oleh Medco yang memiliki potensi cadangan batu bara 16 juta ton dan cadangan terbukti sebesar delapan juta ton.
"Luasnya yang pertama 1.700 hektare (ha) dan kedua 4.800 ha. Potensinya kecil, maka kita juga sedang mengupayakan potensi di tempat lain, tapi kebanyakan pepesan kosong," terangnya.
Rencananya, batu bara yang diproduksi itu, akan dijual ke China melalui trader besar Eropa. Pembeli batu bara Medco terbatas karena kalorinya tinggi, sebesar tujuh ribu kcal dengan kandungan sulfur tiga persen. "Ini pertama kali masuk batu bara," imbuhnya.
(Widi Agustian)