JAKARTA- Jika pemerintah memberlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau menaikkan harga BBM subsidi, inflasi tahunan tahun depan akan bergerak diantara 5,2-5,8 persen.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, pihaknya optimistis inflasi akan berada di 3,9-4 persen, sementara untuk tahun depan, pihaknya optimistis angka inflasi akan bergerak antara 4-4,5 persen.
"Yang belum pasti di tahun depan adalah mengenai rencana pemerintah untuk melakukan pembatasan BBM subsidi, maupun menaikkan harga BBM yang bisa berakibat terhadap kenaikan inflasi di angka 5,2 sampai 5,7 atau 5,8 persen," ungkapnya saat menjadi keynote speech di Investor Awards di Hotel Four Seasons, Rabu (14/12/2011) malam.
Meskipun akan berdampak terhadap kenaikan angka inflasi cukup signifikan. Darmin menilai, angka inflasi yang bergerak diantara 5,2-5,7 persen ini masih berada di level yang wajar. "Cukup rendah untuk inflasi bergerak di sekian tahun terakhir," lanjut Mantan Dirjen Pajak ini.
Meski begitu, Darmin enggan berkomentar jauh mengenai langkah yang dinilai tepat terkait kebijakan BBM bersubsidi.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo beberapa hari lalu menyatakan, pemerintah perlu menambah kuota BBM subsidi yang di luar kuota APBN-P. Pemerintah harus menambah sekira Rp30 triliun di akhir tahun ini. Karenanya, pemerintah mewacanakan akan melakukan pembatasan BBM subsidi tahun depan, meski belum jelas bagaimana skema pasti rencana ini. (mrt)
(Rani Hardjanti)