JAKARTA - Dinaikkannya outlook peringkat utang (sovereign rating) Indonesia yang akan di upgrade ke BBB- dari BB+ akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi alias Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia di luar perkiraan.
Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan, dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia, dana asing (capital inflow) yang masuk ke Indonesia akan semakin besar.
"Atau paling tidak akan berubah dari sisi kualitas. Selama ini paling banyak di portofolio, di saham, di obligasi dan sebagainya, ke depan (dengan naiknya peringkat utang) capital inflow akan yang masuk ke Foreign Direct Investment (FDI) akan semakin besar," ungkap Rahmat kala berbincang dengan okezone di Jakarta, Kamis (15/11/2011).
Menurutnya dengan besarnya capital inflow yang masuk baik dalam investasi portofoli maupun FDI, maka instrumen utang jangka panjang akan seperti obligasi negara, koorporasi turut meningkat. "Nah itu akan jadi pendanaan investasi," tambahnya.
Selain itu, lanjut Rahmat, bukan hanya investasi yang akan "kecipratan" dana-dana asing tersebut. Dia mengatakan investor juga akan menanamkan investasi secara langsung dengan membangun pabrik di Indonesia.
"Sehingga infrastruktur, jalan, jembatan dan pembangunan listrik dan energi akan semakin meningkat. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Indonesia bisa lebih di luar perkiraan," tegas dia. (mrt)
(Rani Hardjanti)