Investment Grade, RI Harus Bisa Manfaatkan Capital Inflow

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Kamis 15 Desember 2011 19:24 WIB
Ilustrasi. Corbis.
Share :

JAKARTA - Dengan naiknya peringkat utang Indonesia ke BBB- dari sebelumnya BB+ oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings, maka Indonesia telah menyabet investment grade.

Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengakui, dengan masuknya Indonesia pada level investment grade, maka pada akan membuat portofolio utang Indonesia menjadi efisien. Pasalnya, biaya utang yang dibayarkan akan semakin rendah, demikian pula dengan imbal hasil (yield) akan rendah karena demand-nya tinggi.

"Kita akan punya portofolio utang lebih bagus, tingkat resiko lebih rendah, karena utang jangka panjang membaik. Kalau jangka panjang membaik. Maka obligasi refinancing reef (utang) akan semakin turun, dan ini sangat menguntungkan," ungkapnya kala berbincang dengan okezone di Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Lebih jauh dia menyatakan, dengan naiknya rating Indonesia, maka aliran dana asing (capital inflow) pun akan semakin kencang melaju ke Indonesia. Karenanya, dia mengharapkan pihak-pihak terkait harus siap untuk menampung aliran dana asing tersebut.

"Kalau (capital inflow) tidak dimanfaatkan sayang, kita rugi," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang Indonesia ke BBB- dari sebelumnya BB+. Artinya, Indonesia telah menyabet investment grade dari lembaga pemeringkat tersebut.

Di mana status utang yang naik pangkat itu adalah Long Term Foreign dan Local Currency Issuer. Outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Sementara country ceiling dinaikkan menjadi BBB, dan Short Term Foreign Currency IDR dinaikkan menjadi F3. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya