JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan nilai impor dari Januari 2011-November 2011 mencapai USD160,96 miliar. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 31,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Plt Kepala BPS Pusat Suryamin menjelaskan dari total impor tersebut, impor nonmigas tercatat sebesar USD123,91 miliar.
"Barang terbesar mesin dan peralatan mekanik termasuk traktor, motor sebesar USD22,21 miliar dan yang kedua adalah mesin dan peralatan listrik sebesar USD16,60 miliar," ungkap Suryamin dalam konferensi pers dikantornya, Pasar Baru, Jakarta, Senin (2/1/2012).
Lebih lanjut dijelaskan, untuk November 2011 sendiri nilai impor tercatat USD15,40 miliar dan angka ini naik sebesar 18,37 persen dibandingkan November 2010. "Namun dibandingkan 0ktober 2011 turun 0,88 persen Impor migas meningkat 5,19 persen, nonmigas turun 2,50 persen," tuturnya.
Untuk pangsa impor sendiri didominasi oleh China dengan nilai mencapai USD23,15 miliar dan kemudian disusul Jepang dengan nilai USD17,46 miliar serta Singapura USD9,55 miliar. "Untuk impor nonmigas dari negara Asean tercatat USD27,19 miliar dan Uni Eropa USD11,15 miliar," pungkasnya.
(Widi Agustian)