JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun ini sebesar Rp437 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis dan investasi.
"Dana capex tersebut berasal dari kas internal, sisa dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), dan pinjaman perbankan," kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo, di Jakarta, Kamis (5/1/2012).
Dia menjelaskan, perseroan akan fokus pada sejumlah proyek kontruksi skala besar dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta serta proyek minyak dan gas (migas).
Selain itu, perseroan juga akan melakukan investasi di bidang energi dan infrastruktur untuk menciptakan pendapatan kontruksi maupun EPC.
Sekadar informasi, untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi tersebut menerapkan program inovasi dan efisiensi.
Salah satu inovasi yang dilakukan perusahaan, yakni program green contractor, sehingga dipercaya untuk membangun sejumlah gedung dengan konsep green building, di antaranya Kedutaan Singapura, Kedutaan Austria, FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gedung Kementerian Pekerjaan umum dan Kantor Pusat Jasa Marga.
Sekertaris Perusahaan PTPP Betty Ariana sebelumnya menuturkan, dana capex tersebut digunakan untuk modal pembangunan proyek-proyek perseroan, terutama pembangkit tenaga listrik dan properti.
"Tahun depan, capex terutama kami anggarkan untuk pembangunan PLTU (pembangkit listrik tenaga Uap) di Cilegon dan pembangunan Hotel di Bandung, Jawa Barat," kata Betty.
Menurut dia, perseroan membutuhkan pendanaan untuk proyek PLTU berdaya 100 MW milik PT Krakatau Daya Listrik yang sebelumnya direncanakan pada akhir tahun lalu. Namun, karena mundur, pelaksanaannya menggunakan anggaran belanja modal tahun depan.
Kebutuhan dana lainnya adalah pembangunan hotel di Bandung, yang membutuhkan anggaran sebesar Rp70 miliar. Hotel tersebut merupakan milik perseroan, yang diharapkan bisa menjadi salah satu pendapatan berkelanjutan (recurring income) PTPP di masa mendatang. Pembangunan hotel tersebut telah dilakukan dan akan selesai pada September 2012.
Sementara itu, kinerja perseroan hingga kuartal III-2011 mencatat kenaikan laba bersih sebesar 30,87 persen menjadi Rp60,96 miliar dari Rp46,58 miliar periode sama tahun lalu. Kenaikan juga terjadi pada laba usaha yang meningkat 58,56 persen menjadi Rp262,18 miliar dari Rp155,54 miliar periode sama tahun lalu.
Sementara untuk pendapatan usaha selama sembilan bulan pertama 2011 tercatat naik 30 persen menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,26 triliun periode sama 2010.