BANDA ACEH - Kemitraan ActionAid Australia (AAA) dan Yayasan Keumang menyalurkan 262 ribu bibit kakao untuk 300 hektare (ha) lahan petani.
Petani penerima manfaat adalah petani miskin, janda miskin dan para mantan kombatan di tiga wilayah; Pidie, Aceh Utara, dan Aceh Timur.
Distribusi bibit untuk petani kecil tersebut merupakan bagian dari kerja 'Program Kakao Aceh’ yang sedang dijalankan AAA, Keumang dalam project Aceh Economic Development Financing Facility (AEDFF), didanai Multi Donor Fund (MDF) bekerjasama dengan pemerintah.
Direktur Yayasan Keumang Yusri Yusuf mengatakan, bibit tersebut nantinya ditanami di lahan baru petani sasaran yang telah disiapkan. Sebelumnya, penyiapan dan pembersihan lahan petani juga difasilitasi lembaga.
"Bibit yang diberikan dari varietas unggul dan bersertifikat," kata dia dalam siaran persnya kepada okezone, Jumat (6/1/2012).
Menurutnya, hal tersebut merupakan terobosan baru yang menjadi langkah awal dalam tujuan memperbaiki produktivitas kakao di Aceh, dengan penanaman bibit unggul yang tahan penyakit dan produksi tinggi.
Dengan penanaman bibit yang seragam diharapkan dalam dua tahun ke depan produktivitas kakao di Aceh akan meningkat tajam untuk pasar eksor.
Monitoring dan Evaluation Program Officer, Teuku Fadhla Ali mengatakan bibit telah mulai disalurkan pada tahap pertama. "Tahap selanjutnya akan selesai dalam minggu depan," katanya.
Pilot project bibit unggul untuk lahan baru kakao tersebut, diberikan untuk 564 petani miskin, janda dan mantan kombatan, dengan jumlah bibit sekira 262.500 untuk 300 ha lahan. Bibit dibuat dengan sistem cloning, dari tumbuhan induk yang bagus dan juga didatangkan dari Sulawesi. "Varietasnya adalah RCC 70, RCC 71, Sulawesi 1 dan Sulawesi 2," kata Teuku Fadhla.
Selain penyaluran bibit, AAA-Keumang juga telah melakukan berbagai kegiatan untuk memperbaiki produktivitas kakao di Aceh. Beberapa kegiatan misalnya; pelatihan untuk petani, pembentukan koperasi dan penyaluran alat-alat untuk berkebun kakao.
Program Kakao Aceh yang dijalankan lembaga tersebut telah dirasakan oleh sedikitnya 5.200 petani di wilayah program.