JAYAPURA - Harga ikan laut di Kota Jayapura, Papua, sejak sepakan ini terus merangkak naik. Menurut para nelayan di Kota Jayapura kenaikan harga ikan di atas harga normalnya ini disebabkan cuaca ekstrim yang melanda perairan Papua hingga para nelayan enggan melaut.
"Sejak akhir Desember, harga ikan memang sudah naik. Karena hasil tangkapan kami memang sedikit akibat cuaca yang buruk,” ungkap Udin salah satu nelayan di Kota Jayapura kepada okezone saat ditemui di pasar Ikan Hamadi, Senin (9/1/2011).
Saat ini, harga ikan di Kota Jayapura dijual mulai dari kisaran harga Rp30 ribu hingga Rp350 ribu. Untuk satu tumpuk (biasanya lima sampai enam ekor ikan) ikan kembung ukuran kecil, dibandrol dengan harga Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, ikan tuna ukuran sedang seharga Rp70 ribu-Rp90 ribu per ekornya, ikan puri per tumpuk seharga Rp25 ribu.
Sedangkan ikan ekor kuning dijual dengan harga Rp100 ribu hingga Rp350 ribu per ekornya. Ikan kakap sedang Rp60 ribu-Rp80 ribu per ekor. "Ikan yang paling mahal itu ikan ekor kuning dan ikan merah,” sambung Yoseph salah satu pedagang ikan di pasar tersebut.
Harga ikan laut di Kota Jayapura, diperkirakan akan terus naik hingga Februari bulan depan, beberapa waktu lalu Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menyatakan gelombang setinggi tiga meter akan terjadi di perairan Papua yakni perairan Biak Numfor, Samudra Pasifik serta sebelah utara Papua Barat dan perairan Raja Ampat Sorong.
Meski begitu, Udin mengaku kanaikan harga ikan tidak mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap ikan di Kota Jayapura. "Daya beli masyarakat biasa saja, tidak ada penurunan, padahal sudah sepekan ini harga ikan terus naik," ujar Udin.
(Widi Agustian)