JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengkaji kemungkinan mengeluarkan obligasi subordinasi (subdebt) di 2013 mendatang dengan berbagai syarat. Beberapa hal yang membuat bank pelat merah tersebut mengeluarkan subdebt adalah jika rasio kecukupan modal (CAR) banknya tergerus ke angka 12 persen di 2013.
"2011 lalu pertumbuhan kredit kita bank only mencapai 25 persen, kalau grup mungkin bisa mencapai 27 persen, jadi kalau tahun ini kita prediksi tumbuh 20-22 persen," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini ditemui usai me-launching Interkoneksi ATM Mandiri-BCA, di Gedung BI, Jakarta, Senin (16/1/2012).
Sebelumnya, Bank Mandiri memang hanya memasang target pertumbuhan kredit konservatif di tahun ini sebesar 21-22 persen. Angka ini hanya berada di atas angka pertumbuhan industri perbankan di 20 persen.
"Kalau tahun ini kredit bisa tumbuh sampai 24 persen, itu membuat CAR kita tergerus sampai dua persen. Kalau CAR sudah sampai 12 persen, mungkin akan subdebt di tahun depan," lanjutnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Pahala Mansury menyatakan bahwa per November 2011 lalu, CAR mandiri mencapai 16 persen sehingga di tahun ini belum membutuhkan penanaman modal kembali. Meskipun begitu, dia tidak menutup kemungkinan penambahan modal sebelum 2014.
Tahun ini, pertumbuhan kredit Mandiri diperkirakan sedikit terhambat karena pertumbuhan kredit valas di 2012 ini tidak sekencang 2011. Penyebabnya, ada perlambatan permintaan di komoditas ekspor.
(Widi Agustian)