JAKARTA - Megaproyek energi listrik yang digadang-gadangkan dapat mencapai 10 ribu megawatt (mw) nyatanya tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengakui, persoalan energi listrik belum sepenuhnya terjawab. Megaproyek 10.000 mw tahap I dan tahap II diakui tidak berjalan sesuai harapan.
"Listrik ini tidak beres karena 10 ribu mw-nya tidak jalan. Kalau gagal nanti dibenerin," tutur Widjajono di kantor Menko Perekonomian, Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
Menurut Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo, dari sisi fiskal, pihaknya telah mendukung upaya pengembangan megaproyek 10 ribu mw, khususnya pengembangan energi panas bumi. Pihaknya telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai bentuk dukungan.
"Untuk panas bumi, saya rasa PMK support kita untuk geotermal termasuk untuk dana revolving itu sudah selesai," kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini di tempat yang sama.
Kekecewaan atas kegagalan megaproyek 10 ribu mw, juga disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa. "Total 2011 itu 4.000 mw lebih yang sudah operasi. Memang ada beberapa keterlambatan, masalah kesiapan," ujar Hatta.
Hatta menegaskan, keterlambatan dan kegagalan proyek 10.000 mw juga disebabkan lantaran desain yang tidak sempurna. "Ke depan, 2x10.000 mw tahap kedua, kita harus lebih hati-hati," tutupnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)