Strategi Menyiapkan Biaya Pernikahan

, Jurnalis
Kamis 19 Januari 2012 11:05 WIB
Logo MRE Financial & Business Advisory. Foto: MRE
Share :

Saya Dewi (23) dan pasangan saya Doni (28), merencanakan akan menikah pada awal 2013 nanti. Pendapatan saya per bulan Rp2,7 juta dan pasangan saya Rp3,2 juta. Kami sepakat akan menggelar acara dengan sesederhana mungkin, karena mengingat penghasilan yang pas-pasan.

Dengan pendapatan saya yang sebesar itu, berapa saya harus menyisihkan uang tiap bulannya? Bisakah membantu saya meng-arrange biaya keperluan pernikahan dengan budget per item yang sangat rendah, misal biaya lamaran; dekorasi, rias, dan dokumentasi; biaya mas kawin; dan biaya lain, dengan perkiraan harga yang murah, mengingat kami juga berencana menggelar acara dengan sesederhana mungkin.

Mohon bantuannya agar kami bisa mulai menyisihkan pendapatan dari sekarang. Terima kasih,

Salam,
Dewi (mnxxx@gmail.com)
Bandung

Jawaban MRE:
 
Mba Dewi dan Mas Doni yang terhormat,
 
Salut untuk Anda berdua yang sangat peduli dengan kesehatan keuangan dan tanpa mengurangi kesakralan dari makna pernikahan itu sendiri. Memang kadang ditemui pasangan yang merasa harus menyelenggarakan pesta yang meriah demi gengsi semata, tetapi sebenarnya menikah bukanlah akhir segalanya, sehingga harus semewah mungkin tanpa didukung kemampuan finansial yang memadai.

Justru pada saat merencanakan pernikahan, pasangan bisa saling melengkapi dengan mengenal kebiasaan keuangan masing-masing yang nantinya bisa menjadi bekal dalam mengelola keuangan dalam keluarga.

Saat ini ada banyak Wedding Organizer (WO) yang dapat membantu meng-arrange acara pernikahan mulai dari lamaran sampai hari H. Tetapi tentu saja ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Namun apabila kedua pasangan sibuk dengan pekerjaan masing-masing tidak ada salahnya mencoba untuk survei ke beberapa WO untuk membandingkan biaya dan detail paket yang diberikan. Ada juga WO yang bisa menyesuaikan paket dengan anggaran yang dimiliki si klien.

Tetapi bila Anda ingin mengorganisir sendiri, maka anggaran menjadi penting dalam penyelenggaran suatu acara, tentu saja pada saat menyusun anggaran disesuaikan dengan gambaran acara yang diinginkan. Mulai lah dahulu dengan menyusun anggaran sambil menyurvei biaya yang diperlukan. Sehingga ada gambaran berapa biaya yang dibutuhkan.

Tak ada salahnya mencari informasi dan meminta bantuan dari kerabat ataupun teman yang memang berprofesi dalam penyelenggaraan pernikahan, misalnya juru rias ataupun fotografer sehingga budget bisa lebih ditekan. Juga bantuan dari tetangga dan sanak saudara kalau menyelenggarakan acara di rumah dengan katering yang disiapkan sendiri.

Jangan lupa untuk menginformasikan kepada keluarga kalau Anda hanya ingin acara pernikahan yang sederhana sesuai kemampuan Anda saat ini, hal dimaksudkan untuk meredam tuntutan dari keluarga dan orangtua yang ingin memberikan saran dan syarat pernikahan yang di luar kemampuan Anda. Dan juga sudah menjadi hal yang biasa saat ini, jika calon mempelai meminta ucapan selamat yang diberikan dalam bentuk tunai saja, bukan berarti materialistis tapi realistis karena belum tentu barang yang diberikan sesuai kebutuhan dan keinginan calon mempelai.

Biasanya anggaran yang diperlukan dalam acara pernikahan mencakup:

1. Acara lamaran.
Memerlukan biaya katering, sewa tenda, kursi peralatan makan dan hantaran. Jika hanya keluarga inti saja yang ikut serta maka biaya katering bisa ditekan dengan menyiapkan sendiri, dokumentasi pun bisa disiapkan sendiri.

Untuk hantaran bisa dinegosiasikan dengan orangtua dengan hanya memberikan sesuatu sebagai simbolisnya saja, tidak perlu sampai berlebihan. Contohnya hantaran pakaian cukup satu stel saja, buah cukup satu parcel, dll. Sederhananya untuk acaranya ini bisa dianggarkan biaya sampai dengan Rp5 juta.

2. Pada saat hari H.
Pemberkatan nikah atau Akad nikah, bisa disiapkan di pagi hari dan setelah itu langsung menggelar acara, karena jika ditunda sampai sore hari lagi maka ada beberapa item yang harus di hitung dua kali misalnya rias mempelai, pakaian mempelai, konsumsi untuk keluarga, belum lagi charge atas kelebihan pemakaian mobil pengantin dan akomodasi keluarga yang harus disiapkan.

Untuk katering, jika menggelar acara di rumah bisa bertanya pada juru masak berapa kebutuhan untuk memasak dengan perkiraan berapa banyak tamu yang akan datang, umumnya jika mengundang 100 orang, maka perlu disiapkan 200 porsi makanan, karena diasumsikan tamu tidak akan datang sendirian.

Nah, sebenarnya jika menggelar acara di rumah, budget untuk katering lebih bisa ditekan, karena tidak akan dihitung per piring. Sehingga tamu yang diundang bisa lebih banyak. Bisa juga dengan sistem sewa gedungnya saja dengan katering yang kita bawa sendiri. Saat ini biaya memasak dan bahan makanan untuk sekira 100 orang bisa mencapai kurang lebih Rp2 juta-Rp3 juta dengan asumsi belanja sayur langsung di pasar dan di olah sendiri.

Untuk biaya rias pengantin dan baju pengantin diusahakan menyewa langsung dari sanggar rias pengantin, biasanya per paket dengan orang tua dan penerima tamu, sebesar Rp8 juta. Biaya lainnya seperti biaya dokumentasi sebesar Rp2 juta, biaya pengisi acara (MC, penyanyi, dan sound system) untuk dua jam sebesar Rp1 juta, biaya undangan dan souvenir bisa ditekan dengan desain undangan yang sederhana tapi elegan mulai dari Rp2 ribu per pcs.

Sambil mencari referensi yang sesuai, jangan lupa untuk mengumpulkan dana pernikahan. Mengingat waktu yang Anda miliki kurang lebih tinggal satu tahun lagi, maka cukup banyak dana yang harus anda sisihkan demi terselenggaranya pernikahan Anda berdua.

Sebagai patokan, jika Anda menginginkan dana sebesar Rp40 juta dalam waktu satu tahun ke depan, maka Anda harus mulai mencicil sekira Rp3,3 juta sebulan dengan asumsi bunga enam persen per tahun. Jika target dana Anda sebesar Rp50 juta, maka jumlah yang harus Anda sisihkan adalah Rp4,1 juta sebulan. Dengan asumsi return deposito mengingat jangka waktu yang singkat.

Bisa saja untuk mendapatkan return lebih besar, uang yang Anda sisihkan disimpan dalam rekening deposito pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang bisa memberikan bunga deposito lebih tinggi dari bank umum, atau bisa saja setiap bulan uang yang disisihkan dibelikan logam mulia yang nantinya akan dijual lagi menjelang acara.

Happy Planning! Sekian dari saya. Semoga bisa menjadi masukan untuk Anda.

Diana Sandjaja, CFP for okezone
MRE Financial & Business Advisory, www.mre.co.id

One Pacific Place 15th Floor, Sudirman Central Business District
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190 Indonesia
Phone: +62 21 2550 2425 Fax : +62 21 2550 2555

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya