JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menolak anggapan jika Indonesia adalah negeri autopilot. Menurut dia, kemajuan Indonesia yang diraih saat ini disebabkan karena diurus dan bukan dibiarkan begitu saja.
"Negeri kita baik, negeri kita maju dan diurus. Siang malam sore saya urus ESDM sampai tidak tidur. Pak Presiden setiap hari telepon menteri-menterinya. Waktu saya jadi Mendikbudpar, ada bom Bali, saya langsung ditelpon dan kesana untuk urusin. Sekarang saya jadi menteri ESDM, tiap hari ditanyakan persiapan pembatasan BBM," ungkap Jero saat memberi sambutan di Turnamen Golf Persahabatan Keluarga Besar dan Stakeholder ESDM di Royale Golf 3, Jakarta, Minggu (22/1/2012)
Oleh karenanya, Jero menolak jika ada yang mengatakan kemajuan di Indonesia saat ini adalah sesuatu yang bukan dilakukan pemerintahannya.
"Negeri kita makin baik, mari kita jaga. Ekonomi kita semakin kreatif. Kalau negeri ini gagal, itu salah satu indikasinya ada jam malamnya, ada tentara berkeliaran di masyarakat. Namun, negara kita enggak, negara kita bebas dan aman. Mau main golf, kayak sekarang bebas dan boleh," lanjut dia.
Jero, hari ini dijadwalkan menutup turnamen Golf yang diselenggarakan BP Migas. Bermain bersama Kepala BP Migas R Prijono dan berbagai pimpinan KKKS serta anggota Komisi VII DPR-RI yang terlihat hadir, Jero mengaku menikmati permainan golfnya siang ini.
"Kemarin sore habis Rapim dengan Bapak Presiden dan Pimpinan TNI saya main (golf) juga di sini, 18 hole, jadi kalau saya sekarang kalah sama Pak Priyono (Kepala BP Migas) ya bisa saja, karena punggung saya mulai sakit," kelakar dia.
Laki-laki asli Bali itu juga menyebut, bahwa jika semua stakeholder sering bertemu, maka semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.
"Kita manusia sosial, harus sering ketemu, apapun dapat diselesaikan kalau kita sering ketemu. Dimanapun, kapanpun, kalo kita sering ketemu, pasti bisa," tandasnya. (nia)
(Rani Hardjanti)