Petani Keluhkan Naiknya Harga Pupuk Bersubsidi

Tomi Indra Prayitno, Jurnalis
Senin 23 Januari 2012 19:00 WIB
Ilustrasi
Share :

INDRAMAYU - Petani di Kabupaten Indramayu mengeluhkan naiknya harga pupuk bersubsidi pada awal tahun ini. Pasalnya, kenaikan pupuk jenis urea tersebut, dilakukan secara mendadak.

Petani mengaku tidak memperoleh pemberitahuan terlebih dahulu dari distributor pupuk. Desember lalu, harga pupuk bersubsidi jenis urea harganya Rp160 ribu per kuintal. Namun memasuki awal 2012, harga pupuk melonjak tinggi hingga mencapai Rp180 ribu per kuintal.

Salah satu distributor pupuk CV Sumber Sarana Tani yang beralamat di wilayah Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu mematok harga pupuk bersubsidi jenis urea bersubsidi kepada sejumlah kios pupuk.

Kios tani Hj Laeliyah misalnya, mendapatkan harga dari distributor dengan harga per kuintal Rp175 ribu. Kios pupuk tersebut terpaksa harus menaikkan harga jual menjadi Rp180 ribu per kuintal.

"Kenaikan harga pupuk tidak ada pemberitahuan dari distributor. Kami terpaksa menaikkan harga, karena harga pupuk dari distributor juga ikut naik. Kalau harganya tidak naik, kami yang tekor," ujar H Sholihin pemilik kios tani Hj Laeliyah saat ditemui di Indramayu, Senin (23/1/2012).

Sementara itu Kaswan, petani desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya menyayangkan kesulitan untuk mencari pupuk di saat petani mulai membutuhkan pasokan pupuk. "Jangan harap hasil panennya maksimal, apabila ada keterlambatan memupuk," ungkapnya.

Keluhan serupa juga terjadi di Kecamatan Pasekan. Harga pupuk bersubsidi yang tidak stabil, membuat petani khawatir. "Kalau harganya terus naik, petani bisa merugi," kata Sudirman, warga Desa pabean ilir Kecamatan pasekan.

Ketua kontak tani nelayan andalan (KTNA) Kecamatan Sliyeg, Sutatang mengatakan, kenaikan pupuk pada awal tahun ini cukup dikeluhkan oleh masyarakat tani di kabupaten Indramayu. Terlebih, sosialisasi tentang kenaikan pupuk juga dianggap cukup minim.

"Petani cukup dirugikan atas kenaikan pupuk yang mendadak, apalagi modal petani cukup pas-pasan," katanya.

Dengan kenaikan harga pupuk, petani harus menyiapkan dana tambahan untuk menanam padi. Saat ini, memasuki musim penghujan, petani di Kabupaten Indramayu sebagian telah menyelesaikan persiapan lahan. Sejumlah petani di wilayah kecamatan seperti Kecamatan Krangkeng, Karangampel, Pasekan, Cantigi dan Arahan bahkan telah menyelesaikan masa. Mereka berpacu dengan waktu untuk melakukan olah lahan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya